Click here for Myspace Layouts
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 06 April 2010

Kepada Penguasa Zalim Pakistan



Kesejahteraan Bagi Orang Yang Mengikuti Petunjuk

Wahai Penguasa Zalim Pakistan

Kami mengirimkan surat ini kepada Anda karena meneladani Rasul saw ketika Beliau menasihati para pemimpin Quraisy. Padahal Beliau menduga kuat bahwa para pemimpin Quraisy tidak akan mengikuti petunjuk atau mengimani Islam. Rasul saw melakukan hal itu karena mengikuti apa yang difirmankan oleh Rabb al-‘Izzah:

وَإِذَ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْماً اللّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa". (QS al-A’raf [7]: 164)

Karena itu, kami menyeru Anda untuk bertobat kepada Allah SWT supaya Anda selamat di hari yang di dalamnya harta dan keturunan tidak akan berguna kecuali orang yang mendatangi Allah dengan hati yang bersih. Kami memohon kepada Allah agar Anda menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT dan mengikuti petunjuk.

Wahai Penguasa Zalim Pakistan

Telah berlalu dua tahun sejak dilangsungkan pemilu demokratis pada bulan Februari 2008, ketika kepemimpinan demokratis menggantikan kepemimpinan diktator antek Amerika. Sejak hari itu, Anda menipu rakyat Anda dengan tidak memelihara urusan-urusan mereka dan tidak memberikan hak-hak yang telah diberikan oleh Rabb mereka. Meskipun Pakistan kaya akan berbagai sumber kekayaan alam, baik emas, gas, batubara, kekayaan hewani, dan gandum, namun Anda mengurangi hak masyarakat dengan menerapkan sistem kapitalisme yang memusatkan kepemilikan atas kekayaan kepada segelintir orang. Hal ini menyebabkan masyarakat didera kesempitan ekonomi yang mencekik dan melambungkan harga-harga kebutuhan pokok baik barang maupun jasa. Pabrik-pabrik tutup disebabkan terus berlanjutnya pemutusan listrik. Padahal Islam telah menetapkan sumber energi sebagai milik umum sehingga memungkinkan semua orang memafaatkannya dengan biaya serendah mungkin dan tanpa ada pemutusan. Begitu juga masyarakat didera melambungnya harga-harga yang disebabkan inflasi akibat menurunnya nilai mata uang lokal. Karena mata uang tersebut tidak dibackup sebagaimana yang diwajibkan oleh Islam yaitu dengan kekayaan umat Islam yang hakiki. Sebaliknya Anda justru mengikatkan mata uang lokal (Pakistan) dengan dolar yang terus mengalami kemerosotan akibat hancurnya perekonomian Amerika. Sebagaimana Anda juga menipu masyarakat dalam hal kekayaan yang dikaruniakan oleh Allah kepada mereka. Karena Anda menolak penerapan sistem ekonomi Islam yang mengatur distribusi kekayaan atas masyarakat secara adil dan lurus. Allah SWT berfirman:

... كَيْ لاَ يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ اْلأَغْنِيَاء مِنكُمْ ...

… supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu… (QS al-Hasyr [59]: 7)

Masyarakat sangat mencintai Islam dan telah membela dan mempertahankannya selama lebih dari seribu tahun. Namun Anda menipu masyarakat berkaitan dengan identitas dan nilai-nilai mereka. Anda justru mensuport dan mempromosikan liberalisme dan nilai-nilai barat yang rusak. Anda justru membuka negeri seluas-luasnya untuk kedutaan Amerika. Melalui anggaran belanja yang sangat besar yang dirancang oleh Barat, pribadi-pribadi yang rusak, perusahaan-perusahaan multi nasional dan organisasi-organisasi kultural justru direkrut untuk menyerang nilai-nilai dan konsepsi-konsepsi Islam. Dan ketika masyarakat menentang kerusakan itu Anda justru makin berlebihan dalam penipuan Anda untuk mempromosikan konsepsi-konsepsi barat yang rusak dengan jalan mendandani kebenaran dengan kebatilan. Maka Anda menyerukan bahwa demokrasi berasal dari Islam. Anda membuat demokrasi serupa dengan piagam Madinah al-Munawarah atau Khilafah Rasyidah! Anda pun menipu masyarakat dengan penolakan Anda atas penerapan sistem pendidikan Islam dan politik media yang menjaga dan membangun konsepsi-konsepsi Islam pada diri masyarakat disamping menguatkan pola sikap Islami dan mengokohkannya. Allah SWT berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS at-Tahrim [66]: 6)

Pakistan adalah negeri Islam yang kuat, memiliki tentara yang lebih besar dari tentara Amerika. Tentaranya adalah muslim-muslim yang gagah berani dan mencintai mati syahid. Namun Anda menipu masyarakat dalam merealisasi keamanan untuk mereka dengan jalan Anda justru berdiri disamping musuh-musuh umat, disebabkan koalisi Anda dengan musuh-musuh umat yang terang-terangan. Eksistensi Amerika di kawasan menjadi sebab kekacauan dan hilangnya rasa aman yang belum dirasakan kawasan ini sebelumnya; akibat perusahaan keamanan swasta Amerika dan intelijennya yang telah dan terus melakukan aksi-aksi pembunuhan dan peledakan bom seperti yang mereka lakukan di Irak. Anda malah menambah serangan kepada kaum Muslim dengan mengirimkan pasukan kaum Muslim ke kawasan persukuan untuk berperang menggantikan Amerika. Itu persis sama dengan apa yang dilakukan oleh Musharraf sebelum Anda. Diantara kaum Muslim telah tewas dan terluka lebih dari 30.542 orang sejak tragedi 11 September hingga tahun ini dalam perang fitnah Amerika. Diantara mereka telah tewas lebih dari 2.273 orang tentara Pakistan di antaranya 78 orang perwira, disamping lebih dari 6.512 orang tentara mengalami cacat permanen. Sementara pada rentang yang sama, militer salibis hanya kehilangan 1.582 orang personel! Begitu pula Anda telah menipu masyarakat di dalam kekuatan mereka. Padahal Amerika sedang dalam kondisi terlemahnya, ditinggal oleh sekutu-sekutunya, perekonomiannya melemah dan hampir ambruk; pada waktu demikian Anda justru menyia-nyiakan kesempatan emas dalam menghancurkan salibis Amerika dengan jalan Anda mendukung Amerika dengan mengorbankan darah kaum muslim. Anda juga telah menipu masyarakat karena tidak menerapkan politik luar negeri Islam yang mengharamkan kaum muslim berwali kepada musuh. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءكُم مِّنَ الْحَقِّ ..

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu … (QS Mumtahanah [60]: 1)

Perlawanan kaum Muslim yang gagah berani di Kashmir telah menghalangi India untuk menguasainya sejak enam dekade lalu. Namun Anda menipu kaum muslim di mana Anda berjalan ke arah pemberian hak kepada India terhadap Kashmir. Sementara India sendiri tidak berhasil meraihnya dengan kekuatannya sendiri. Terlebih pada dasarnya India tidak memiliki hak atas Kashmir. Anda juga telah menipu kaum muslim untuk menyenangkan Amerika dengan jalan kembali mengirimkan pasukan tambahan untuk bergabung dalam perang fitnah Amerika di wilayah persukuan dan berlepas diri dari Kashmir untuk India. Itu semua Anda lakukan padahal Anda mengetahui bahwa Amerika lah yang menggabungkan India untuk memiliki batu pijakan di Afganistan dan telah menyebabkan serangan terhadap banyak orang di antara kaum muslim. Anda telah menipu kaum muslim dengan menolak penerapan syariah Islam yang mengharamkan kaum kafir atas pemilikan tanah kaum muslim meksi hanya sejengkal saja. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Mumtahanah [66]: 9)

Wahai Penguasa Zalim Pakistan

Anda telah menipu penduduk kami karena Anda bersikeras menerapkan semua undang-undang yang tidak Islami. Anda telah memutar balikkan kebenaran menjadi kebatilan dan kebatilan menjadi kebenaran. Anda telah menyia-nyiakan amanah. Anda menjadi seperti penggembala yang memperjualbelikan pasukan ke lembah kesengsaraan dan kebinasaan. Imam Ahmad meriwayatkan dari Rasulullah saw:

« إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ »

Sungguh akan datang kepada masyarakat tahun-tahun penuh tipu daya, pendusta justru dibenarkan sementara orang yang jujur dan benar justru didustakan, orang yang khianat justru dipercaya sementara orang yang amanah justru dianggap khianat, ketika itu ruwaibidhah berbicara. Dikatakan: siapa ruwaibidhah itu? Rasulullah saw bersabda: orang bodoh yang berbicara dalam urusan masyarakat

Sungguh jika Anda memperhatikan dan berpikir tentang realita aktivitas-aktivitas Anda yang buruk, maka Anda akan memahami bahwa penguasa yang menipu rakyatnya dan yang tidak bekerja memelihara urusan-urusan rakyat mereka dengan apa yang dkehendaki oleh Allah, maka penguasa yang demikian tidak akan masuk surga dan tidak akan bisa mencium baunya. Imam Bukhari meriwayatkan dari Rasulullah saw:

« مَا مِنْ وَالٍ يَلِي رَعِيَّةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لَهُمْ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ »

Tidak ada seorang penguasa yang mengurusi urusan rakyat diantara kaum muslim lalu ia mati sementara ia menipu rakyat kecuali Allah mengharamkan baginya surga

Karena itu, kami menyeru Anda untuk bertobat kepada Allah dengan mencampakkan hukum kufur dan berhenti menyakiti masyarakat. Hal paling kecil yang bisa Anda lakukan untuk menebus keburukan-keburukan Anda adalah membuka jalan bagi orang-orang mukhlis diantara putera-putera umat untuk mendirikan pemerintahan Islam. Jika Anda tidak melakukannya maka kenistaan akan mendera Anda melalui tangan umat, ketika umat mendirikan Daulah Khilafah dalam waktu dekat atas izin Allah. Dan yang lebih keras lagi adalah siksa yang pedih pada Hari Kiamat, hari dimana harta dan keturunan tidak bermanfaat sama sekali. Sebagaimana pengetahuan hal itu tentang Anda dipaparkan jauh lebih banyak dari pada selain Anda.

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS Ibrahim [14]: 42)


0 komentar:

About This Blog

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP